Malam ini di ketinggian 3153 mdpl, dengan suhu udara perkiraan 21°C..
Dengan gerimis hujan yg saat ini sedang menemani malam ku, entah kenapa esok hari aku harus berjalan kembali untuk menuruni puncak.
Namun malam ini q terdiam, tak terkantuk sedikitpun.
Rasanya aku mengingat bayang-bayang yang Sampai saat ini terngiang dan sangat pekat di ingatan, perihal masa kecilku..
Aku ingin bernostalgia sedikit untuk menceritakan masa kelam saat diriku masih menjadi anak-anak yg belum mengerti tentang apapun.
Tepatnya 23 th yg lalu, disaat usiaku beranjak 3th..
Yaa, aku hanya gadis polos kecil yg riang dan suka bermain kotoran..
Ada sosok yg ku ingat sampai saat ini, ia adalah ibuku.. wanita cantik yg sangat di cintai oleh ayahku.
Saat itu lahir gadis cantik mungil, dia adalah adik q.. mungkin hanya q dan adikku yg belum pernah merasakan kasih sayang seutuhnya oleh seorang ibu. Mengapa?? Yaa disaat usiaku masih begitu kecil adikku yg baru saja lahir harus merasakan pahitnya kehilangan sosok seorang ibu, mungkin ini sangat sedih.. tp kami terbiasa memendam kesedihan ini.
Sosok wanita itu telah hilang, saat penyakit yg di deritanya harus merenggut nyawanya..
Cerita kecil, saat q sedang bermain permainan anak laki-laki (kelereng) dengan saudara sepupu yg bernama Andri. Ibu q sudah di gerumuti perkumpulan manusia yg sedang menangis, entah saat itu siapa yg memanggil ku untuk masuk kedalam rumah disaat aku sedang asiknya bermain. Dan setelah ku masuk dalam rumah, q bertiak seketika q sebut ibu.. nangis seketika tiada henti, saat itu q harus melihat sekujur tubuhnya di penuhi kapas..
Aku dulu hanya gadis polos kecil yg tak tau apa-apa, melihat ibuku tergeletak seperti itu membuat q pilu.. hingga ketika ia akan di bawa ke liang lahat q masih saja berteriak memanggil dan ingin ikut menemaninya, tp saat itu q sama sekali tak di izinkan.
Memori saat itu masih sangat tersimpan rapat olehku, masih terngiang di bayangan.. tak pernah sedikitpun orang tau akan hal itu, karena q tak pernah menceritakan kesedihanku saat itu kepada siapapun.
Hingga saat ini ketika q sedang kehilangan seseorang, rasanya q kehilangan seorang ibu..
Aku tak tau arah jalanku, sesak di dada ketika q harus merasakan sakit itu terulang lagi..
.
Mereka hanya melihat betapa kokohnya q dengan keriangan yg selama ini ku tunjukkan, tapi sayang itu hanyalah sebuah topeng agar tak terlihat betapa sedihnya aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar