Jumat, 22 Februari 2019

Masih tentang aku

Mungkin bagimu perpisahan adalah hal yang paling biasa, karena kau terlalu sering melakukannya. Seolah itu bukan menjadi suatu masalah bagimu dan dengan mudahnya kau tak ingin berpikir tentang itu.
Yaa.. kau begitu asik disana bercanda, bercengkrama dengan siapa saja yang kau suka dan kau mau. Tidak ada beban buatmu, kau tidak memperdulikan yang kau sakiti yang terpenting kau bisa merasakan bahagia. Bagimu tak ada artinya sama sekali perpisahan yang telah kau buat, tanpa rasa bersalah kau dengan senang hati bisa melanjutkan hidup mu lagi melanjutkan saimbara mu untuk mencari pengganti. Terus dan terus selalu kau ulang seperti itu, dengan mudahnya kau bilang "kau bisa tanpa ku".
Kau memaksa ku untuk melupakanmu dengan begitu kasarnya, sama sekali tak kau perdulikan bagaimana aku terluka. Kau sungguh sangat hebat dalam menghancurkan sebuah hati.
Bagimu hal seperti itu amatlah biasa bukan?, tapi bagiku itu tidak dan tak seharusnya kau seperti itu menjadikanku sebuah boneka mu suatu permainan yang mudah di naikan lalu kau tinggalkan begitu saja.
Bukan aku tak percaya dan aku membenci atas kehendak Tuhan, namun caramu melepaskan itu amatlah mudah tanpa berpikir panjang. Kau meninggalkan ku disaat aku jatuh cinta padamu, kau melepaskankan ku disaat ku rasa hubungan kita sedang baik-baik saja. Kau meninggalkan hatiku begitu saja, membiarkan aku terbalut luka yang amat menganga. Senyumku semakin hari semakin pudar, air mataku semakin sesak dan aku rapuh seakan aku tak ingin berjalan kembali, tak ingin merasakan hidup lagi. Aku hancur, begitu hancur.. di hancurkan oleh hati yang begitu aku cinta, kau orang yang paling menghancurkan hatiku.
.
Kau tak pernah ada kabar lagi, yaa kau begitu cukup berhasil membuat ku terluka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar