Jumat, 01 Maret 2019

Nostalgia

Malam ini di ketinggian 3153 mdpl, dengan suhu udara perkiraan 21°C..
Dengan gerimis hujan yg saat ini sedang menemani malam ku, entah kenapa esok hari aku harus berjalan kembali untuk menuruni puncak.
Namun malam ini q terdiam, tak terkantuk sedikitpun.
Rasanya aku mengingat bayang-bayang yang Sampai saat ini terngiang dan sangat pekat di ingatan, perihal masa kecilku..
Aku ingin bernostalgia sedikit untuk menceritakan masa kelam saat diriku masih menjadi anak-anak yg belum mengerti tentang apapun.
Tepatnya 23 th yg lalu, disaat usiaku beranjak 3th..
Yaa, aku hanya gadis polos kecil yg riang dan suka bermain kotoran..
Ada sosok yg ku ingat sampai saat ini, ia adalah ibuku.. wanita cantik yg sangat di cintai oleh ayahku.
Saat itu lahir gadis cantik mungil, dia adalah adik q.. mungkin hanya q dan adikku yg belum pernah merasakan kasih sayang seutuhnya oleh seorang ibu. Mengapa?? Yaa disaat usiaku masih begitu kecil adikku yg baru saja lahir harus merasakan pahitnya kehilangan sosok seorang ibu, mungkin ini sangat sedih.. tp kami terbiasa memendam kesedihan ini.
Sosok wanita itu telah hilang, saat penyakit yg di deritanya harus merenggut nyawanya..
Cerita kecil, saat q sedang bermain permainan anak laki-laki (kelereng) dengan saudara sepupu yg bernama Andri. Ibu q sudah di gerumuti perkumpulan manusia yg sedang menangis, entah saat itu siapa yg memanggil ku untuk masuk kedalam rumah disaat aku sedang asiknya bermain. Dan setelah ku masuk dalam rumah, q bertiak seketika q sebut ibu.. nangis seketika tiada henti, saat itu q harus melihat sekujur tubuhnya di penuhi kapas..
Aku dulu hanya gadis polos kecil yg tak tau apa-apa, melihat ibuku tergeletak seperti itu membuat q pilu.. hingga ketika ia akan di bawa ke liang lahat q masih saja berteriak memanggil dan ingin ikut menemaninya, tp saat itu q sama sekali tak di izinkan.
Memori saat itu masih sangat tersimpan rapat olehku, masih terngiang di bayangan.. tak pernah sedikitpun orang tau akan hal itu, karena q tak pernah menceritakan kesedihanku saat itu kepada siapapun.
Hingga saat ini ketika q sedang kehilangan seseorang, rasanya q kehilangan seorang ibu..
Aku tak tau arah jalanku, sesak di dada ketika q harus merasakan sakit itu terulang lagi..
.
Mereka hanya melihat betapa kokohnya q dengan keriangan yg selama ini ku tunjukkan, tapi sayang itu hanyalah sebuah topeng agar tak terlihat betapa sedihnya aku.

Jumat, 22 Februari 2019

Masih tentang aku

Mungkin bagimu perpisahan adalah hal yang paling biasa, karena kau terlalu sering melakukannya. Seolah itu bukan menjadi suatu masalah bagimu dan dengan mudahnya kau tak ingin berpikir tentang itu.
Yaa.. kau begitu asik disana bercanda, bercengkrama dengan siapa saja yang kau suka dan kau mau. Tidak ada beban buatmu, kau tidak memperdulikan yang kau sakiti yang terpenting kau bisa merasakan bahagia. Bagimu tak ada artinya sama sekali perpisahan yang telah kau buat, tanpa rasa bersalah kau dengan senang hati bisa melanjutkan hidup mu lagi melanjutkan saimbara mu untuk mencari pengganti. Terus dan terus selalu kau ulang seperti itu, dengan mudahnya kau bilang "kau bisa tanpa ku".
Kau memaksa ku untuk melupakanmu dengan begitu kasarnya, sama sekali tak kau perdulikan bagaimana aku terluka. Kau sungguh sangat hebat dalam menghancurkan sebuah hati.
Bagimu hal seperti itu amatlah biasa bukan?, tapi bagiku itu tidak dan tak seharusnya kau seperti itu menjadikanku sebuah boneka mu suatu permainan yang mudah di naikan lalu kau tinggalkan begitu saja.
Bukan aku tak percaya dan aku membenci atas kehendak Tuhan, namun caramu melepaskan itu amatlah mudah tanpa berpikir panjang. Kau meninggalkan ku disaat aku jatuh cinta padamu, kau melepaskankan ku disaat ku rasa hubungan kita sedang baik-baik saja. Kau meninggalkan hatiku begitu saja, membiarkan aku terbalut luka yang amat menganga. Senyumku semakin hari semakin pudar, air mataku semakin sesak dan aku rapuh seakan aku tak ingin berjalan kembali, tak ingin merasakan hidup lagi. Aku hancur, begitu hancur.. di hancurkan oleh hati yang begitu aku cinta, kau orang yang paling menghancurkan hatiku.
.
Kau tak pernah ada kabar lagi, yaa kau begitu cukup berhasil membuat ku terluka.